Komponen Motherboard

1. Chipset

Komponen motherboard yang memiliki peran sangat penting adalah chipset. Perangkat cerdas yang satu ini pada dasarnya berfungsi sebagai jembatan arus data yang menghubungkan processor dengan macam-macam komponen eksternal dan buses. Biasanya jenis chipset inilah yang menjadi patokan untuk menentukan dan menilai fitur dan kemampuan sebuah motherboard.
Ada dua jenis chipset yang populer di kalangan pengguna komputer, yaitu chipset intel yang hanya bisa digunakan untuk CPU Intel, dan chipset AMD untuk prosesor keluaran AMD. Kedua kelompok ini pun terbagi lagi kepada berbagai macam jenis generasi chipset yang terus berkembang.
Umumnya, chipset dirancang khusus untuk mendukung seri atau model prosesor tertentu saja. Tidak bisa sembatrangan, sebelum dipasang pada sebuah komputer biasanya akan dibuat perhitungan antara chipset, jumlah RAM yang ingin dipasang, tipe prosesor dan desain motherboardnya sendiri. Semakin canggih chipset yang digunakan, maka akan semakin canggih pula motherboard yang akan menjalankan banyak fungsi di dalam sebuah komputer.
Sebagai gambaran, jenis chipset yang digunakan pada motherboard akan berpengaruh pada beberapa poin penting berikut ini :
  • Tipe prosesor yang bisa digunakan pada motherboard
  • Kelengkaaqn port I/O yang mampu disediakan
  • Tipe display adaptor yang bisa digunakan
  • Jenis memori yang yang bisa mendukung sistem PC dan kapasitas maksimum memori yng bisa dipergunakan pada motherboard
  • Kelengkapan fitur tambahan, misalnya LAN card, modem, dan soud card. Biasanya terdapat chipset yang menyediakan fitur ini sudah on board di dalam motherboard-nya
Jika dulu teknologi chipset masih sangat terbatas, saat ini sudah ada beberapa jenis chipset yang dapat mendukung lebih dari satu tipe RAM sekaligus. Salah satu contohnya adalah chipset Intel i91 yang dapat bekerja dengan prosesor Intel Pentium 4 dan Celeron dengan konfigurasi menggunakan DDR atau DDR2. Seiring dengan kemajuan jaman, perkembangan chipset terus terjadi, namun tidak bisa serta merta terjadi begitu saj, karena harus disesuaikan dengan kemajuan teknologi yang terjadi pada beberapa perangkat keras komputer lainnya.
Dalam menjalankan fungsinya, chipset biasanya dibantu oleh beberapa komponen yang memiliki peran cukup besar. Berikut ini dua komponen dasar yang biasanya menjadi pendukung komponen chipset motherboard :
– Northbridge / MCH
Northbridge merupakan nama yang digunakan oleh AMD, VIA dan beberapa perusahaan pencetak hardware lainnya, sementara pabrikan Intel lebih suka menyebutnya dengan nama MCH yang merupakan singkatan dari Memory Controller Hub. Disebut dengan istilah apapun, pada dasarnya fungsi Northbridge tetap sama, yakni bertindak sebagai bagian dari chipset dalam mengatur pertukaran data yang bersifat internal, seperti pada video card, prosesor dan memori.
Dalam sistem kerjanya, Northbridge bekerja sama dengan chip southbridge. Jika diurai lebih jauh lagi, Northbridge bertugas mengendalikan atau menangani komunikasi antara CPU, RAM, AGP atau PCI Express, dan southbridge. Northbridge juga berperan menentukan jumlah, tipe dan kecepatan CPU yang dapat dipasangkan pada motherboard, termasuk menentukan jumlah, kecepatan dan tipe RAM yang dapat digunakan.
– Southbridge
Southbridge merupakan sebutan untuk komponen pembantu northbridge yang menghubungkan northbridge dengan komponen atau periferal yang lainnya. Sebenarnya tugas dua komponen ini bisa dikatakan hampir sama, hanya saja jika Northbridge cenderung berfungsi sebagai pengatur masalah internal, Southbridge justru difungsikan sebagai pengatur masalah eksternal yang berhubungan dengan I/O dan manusia.
Jika diurai lebih jauh, Southbridge memiliki beberapa fungsi penting seperti mengontrol bus IDE, USB, dukungan Plug and Play, menjembatani PCI dan Isa, mengontrol keyboard dan mouse, mengontrol fitur power management dan sejumlah perangkat lainnya.
Selain itu perbedaan antara Southbridge dan Northbridge adalah jalur penghubung yang mereka gunakan masing-masing untuk berhubungan dengan perangkat keras komputer lainnya. Jika Southbridge menggunakan jalur penghubung yang kecepatannya (kecepatan bus) lebih lambat (misalnya bus PCI dan bus ISA), Northbridge justru menggunakan jalur penghubung yang djauh lebih cepat.
– System-on-Chip
Selain chipset yang terdiri dari kombinasi antara Northbridge dan Southbridge, ada pula chipset yang telah menggunakan konsep chip sistem atau system-on-chip. Biasanya chipset jenis ini telah menyediakan komponen hardware yang sudah on-board dalam motherboard, misalnya VGA dan modem.

2. CPU Socket

Ini merupakan tempat dimana prosesor dipasang, sebagai salah satu bagian motherboard yang memiliki peran sangat besar terhadap jalannya siklus informasi data di dalam sebuah komputer.
Biasanya CPU Socket terdiri dari berbagai macam jenis yang menentukan prosesor model apa yang bisa dipasang pada soket tersebut. Dengan begitu maka tiap-tiap soket memiliki spesialisasinya masing-masing, dimana hanya soket tertentu saja yang bisa dipasang prosesor tertentu pula.
Beberapa contoh CPU Socket untuk motherboard komputer yaitu ZIF (Zero Insertion Force) atau yang lebih dikenal dengan istilah Socket 7. Ini merupakan CPU Socket model lama yang cukup populer karena kelebihannya yang kompatibel untuk prosesor buatan Intel, AMD, atau Cyrix. CPU Socket lainnya yang juga populer adalah Socket 370. Soket ini mirip dengan Socket 7 tetapi jumlah pinnya sesuai dengan namanya, 370 biji. Soket ini hanya bisa dikawinkan dengan prosesor buatan Intel saja.
Sementara soket yang dirancang khusus untuk prosesor AMD dan cukup populer adalah Socket A. Istilah A digunakan AMD untuk menunjuk merek prosesor Athlon. Untuk keluarga prosesor Intel Pentium II dan III, slot yang digunakan disebut dengan Slot 1, sementara motherboard yang menunjang prosesor AMD menggunakan Slot A untuk jenis slot yang seperti itu.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQgf4XCgD4tXtrr_3EaGEdWNqCPfIU_L5TNfEl7Iexzb0MshIMzGSShk6Me5ziCA5ENQz63nau8kcSmArzUlVKsmtfdM8WeK9j9dxDKsOYnkakduuqhbYMo13NdwGcHeDaPV4uNhu4vg0/s1600/Bagian-Bagian+Komponen+Motherboard+dan+Fungsinya+1.jpg

3. Basic Input Output System (BIOS) Chip

Gambar: Basic Input Output System (BIOS) Chip
BIOS merupakan singkatan dari Basic Input-Ouput System, namun juga sering dikaitkan dengan sebuah kata dalam bahasa Yunani ‘bioc’ yang berarti ‘kehidupan’. Makna ini sejalan dengan fungsi BIOS yang pada hakikatnya memang menjadi salah satu unsur ‘kehidupan’ bagi sebuah komputer.
Sederhanya, BIOS adalah adalah sebuah chip yang menyimpan perangkat lunak untuk mengontrol hardware dan berfungsi sebagai interface antara hardware dan operating system (OS). BIOS digunakan oleh komputer untuk mempersiapkan prosess booting (startup) dan mengecek kesiapan sistem dan hardware sebelum komputer dijalankan.
Untuk mengetahuinya sedikit lebih jauh, berikut ini beberapa fungsi BIOS secara umum :
  • BIOS menjalankan inisialisasi serta pengujian terhadap perangkat keras komputer yang eksis, dimana dalam bahasa proses fungsi BIOS tersebut dikenal dengan istilah Power On Self Test alias POST.
  • Ketika komputer mulai dihidupkan, BIOS akan memuat perintah tersebut dan segera menjalankan sistem operasi agar komputer dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya.
  • BIOS memiliki andil besar terhadap sistem pengaturan konfigurasi dasar pada komputer seperti pengaturan tanggal dan waktu. Serta turut berperan pula dalam hal konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, dan menjaga komputer agar tetap stabil.
  • Dengan menggunakan sebuah sistem yang disebut BIOS Runtime Services, BIOS membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras komputer secara terorganisir.
  • BIOS menyediakan antarmuka komunikasi tingkat rendah, dan dapat mengendalikan beberapa jenis perangkat keras komputer lainnya seperti keyboard.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiefiuxVi2LNtriBJ0wmRhguc6l9ux8SBakp9OBaPNGEsgxuQBFuM_5BthMaZQxniWb5npB4egdDLUeRski7dY9PIWlNGbtInP3aaQYx9_GPHhYXUk6aM2Df3NbNFkXVz05jPanZM8s5Y/s1600/Bagian-Bagian+Komponen+Motherboard+dan+Fungsinya+9.jpg 

4. Baterai CMOS (Complimentary Metal Oxide Semicondutor Battery)

Gambar: Baterai CMOS (Complimentary Metal Oxide Semicondutor Battery)
Komponen pada motherboard berikutnya adalah Complimentary Metal Oxide Semicondutor (CMOS) Battery. Sesuai dengan namanya, perangkat ini berfungsi sebagai baterai atau sumber tegangan bagi BIOS (Basic Input-Ouput System), sekaligus memiliki peran dalam menyimpan konfirgurasi setting BIOS yang meliputi settingan komputer, waktu, tanggal, dan lain-lain.
Sebagai contoh, dengan adanya CMOS Battery maka konfigurasi yang sudah disetting seperti waktu dan tanggal tidak akan berubah setiap komputer dimatikan dan dinyalakan kembali keesokan harinya. Informasi mengenai tanggal dan waktu pada komputer tetap mengalami update dengan meneruskan jenjang waktu yang terjadi sejak komputer dimatikan hingga akhirnya dinyalakan kembali. Seandainya perangkat ini tidak ada, itu artinya komputer Anda akan tetap menampilkan tanggal dan waktu yang sama dengan hari kemarin (saat komputer dimatikan), padahal kenyataannya jenjang waktu yang terjadi sudah memakan beberapa momen yang berjalan cukup lama.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqbstgeAbFIUdeH1oYIoeQ3NYMazm-tArIBNdtNIH1nyECFYymBrxwu7A3jnOUCBJJBX_3oix4_rYtBTWwH0Ky_wcJrEWHqJAwrm4b8JDJGiA3r8aekCxSjwZd7btYub23yQJGDtpBISE/s1600/Bagian-Bagian+Komponen+Motherboard+dan+Fungsinya+10.jpg

5. Slot PCI (PCI Slot)

Komponen motherboard berikutnya adalah slot PCI. PCI sendiri merupakan singkatan dari Peripheral Component Interconnect, atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai interkoneksi komponen periferal. Pada dasarnya PCI merupakan bus yang didesain untuk menangani beberapa perangkat keras. Konsep PCI pertama kali diwujudkan pada bulan Juni 1992 dengan nama PCI vesi 1.0. Semenjak saat itu komponen ini masih terus digunakan hingga sekarang, tentunya dengan sejumlah pengembangan mutakhir yang menjadikannya kian efektif.
Salah satu pengembangan dari slot PCI adalah PCI Express yang digunakan sebagai slot ekspansi (slot tambahan atau eksternal) pada sebuah komputer. PCI Express sendiri terbagi menjadi dua yang disesuaikan menurut fungsinya masing-masing, diantaranya yaitu :
  • Slot PCI Express x16
    Adalah slot khusus yang bisa digunakan atau dipasangi kartu VGA generasi terbaru.
  • Slot PCI Express x1
    Sdalah slot untuk memasang periferal (card) lainnya selain kartu VGA.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilZfpbqHjct37H7XPWNtCnnRj5bjDk3jy36mHrhHiU3jU0Z81BGO3merDcVXczvLKsHzsf4IlouNRPJlILUEYuu_9Pc_vPuN2YOI4H2tGX2v6a0neEpQnW6evWr8__i47RZ67xVPQCb98/s1600/Bagian-Bagian+Komponen+Motherboard+dan+Fungsinya+8.jpg 

6. Slot AGP (AGP Slot)

Komponen motherboard berikutnya adalah AGP slot, tempat untuk memasang AGP yang menurut definisi bisa diartikan sebagai Accelerted Graphics Port. Perangkat ini lahir dari perkembangan yang terjadi pada slot PCI, dimana secara fungsi AGP merupakan slot ekspansi yang digunakan untuk mengggantikan slot PCI yang sudah tidak mencukupi lagi dalam menangani lalu lintas data antara CPU dengan kartu video (video card).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRVtynTbWKIuCgqMriHb5S3eOFvjK1Dyqwo-HWbHeaslR_XWR2sAZtJsR5qdhqtVIM_oAKy3MQ3qaG3kGO0HPUXrQ-EnlKTzv12uvgICJvX_qaG6vnX4DorQcs1XHwzABL6Ce_MinMCyo/s1600/Bagian-Bagian+Komponen+Motherboard+dan+Fungsinya+5.jpg

7. Konektor IDE

Bagian motherboard yang satu ini memiliki fungsi untuk menghubungkan motherboard dengan media penyimpanan seperti hardisk atau floppy disk. Konektor IDE biasanya terdiri dari dua bagian yaitu :
  • Primary IDE
    Berfungsi menghubungkan motherboard dengan primary master drive dan piranti secondary master.
  • Secondary IDE
    Berfungsi menghubungkan piranti-piranti untuk slave seperti CDROM dan harddisk slave.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmcTvSVeSO3Vyde0QNgiEeMcmFgoxN3sMnqIchWInIezPq3BMnJ2KyLU6O62FYW_Oi7Jy54nPyhIAF5Wu_ALImROUlYnTs5iCNDH2HmM29NFGhwX5R3eK3whd1INz3xTdrmQe7SD6ialQ/s1600/Bagian-Bagian+Komponen+Motherboard+dan+Fungsinya+3.jpeg 

8. Slot Memori (Memory Slot)

Komponen motherboard selanjutnya adalah slot memori yang biasanya memiliki bentuk agak panjang dan ramping. Fungsinya tentu saja sebagai tempat dipasangnya Random Access Memory (RAM). Jenis dari slot memori sendiri juga berbeda-beda, tergantung dengan sistem yang digunakannya, mulai dari SDRAM, RAMBUS, DDR SDRAM, DDR2-SDRAM, DDR3, atau SDRAM. Saat ini sudah bukan hal yang asing lagi jika sebuah motherboard memiliki lebih daru satu slot memori (RAM), bahkan pada spesifikasi komputer high-end ada motherboard yang dilengkapi hingga 6 slot RAM.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzDGAx9BAhbaOmVrVRdcjLfkeHpq7KyXIZ0i6OdQ9WvTbxiJljhErV5bM4p8iU05J6WEqVzZNGWel572MQrST8Zf7wpV_lc0SU2BW3KbgsDMBxtogtByl5_VRDaqrCuwOc79ORyg0MmRI/s1600/Bagian-Bagian+Komponen+Motherboard+dan+Fungsinya+2.jpeg

9. CPU Fan & Heat Sink (HSF)

Komponen yang melekat pada motherboard berikutnya adalah Heat Sink Fan (HSF), adalah sebuah benda yang terdiri dari aluminium yang dilengkapi dengan fan/kipas untuk mendinginkan chip atau prosesor yang menghasilkan panas ketika bekerja. Pada prosesor dan chip kartu grafis, umumnya dilengkapi dengan fan, sedangkan yang lainnya tidak dilengkapi fan karena suhu yang dihasilkan bisa dilepas dengan heatsink saja.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQgf4XCgD4tXtrr_3EaGEdWNqCPfIU_L5TNfEl7Iexzb0MshIMzGSShk6Me5ziCA5ENQz63nau8kcSmArzUlVKsmtfdM8WeK9j9dxDKsOYnkakduuqhbYMo13NdwGcHeDaPV4uNhu4vg0/s1600/Bagian-Bagian+Komponen+Motherboard+dan+Fungsinya+1.jpg

10. Konektor Penghubung (Connectors For Integrated Peripherals)

Gambar: Konektor Penghubung Motherboard
Komponen motherboard berikutnya adalah konektor yang berfungsi sebagai penghubung antara motherboard dengan perangkat keras komputer tambahan lainnya. Dalam bahasa Inggris, komponen ini disebut dengan istilah ‘Connectors For Integrated Peripherals‘.
Berikut ini beberapa jenis konektor penghubung atau I/O port yang biasa terdapat pada sebuah motherboard :
  • Port paralel (LPT1 atau LPT2) : Port yang berfungsi untuk peralatan yang bekerja dengan transmisi data secara paralel. Biasanya dipakai untuk memasang printer atau scanner sebelum generasi USB.
  • Port Serial (Com 1, Com 2) : Port yang berfungsi untuk memasang periferal kecepatan rendah dengan mode transfer data serial. Akan tetapi saat ini jarang sekali digunakan.
  • Port AT/PS2 : Port yang berfungsi untuk menghubungkan mouse dengan komputer.
  • Port USB (Universal Serial Bus) : Port yang berfungsi untuk antarmuka dengan periferal / peralatan eksternal generasi terbaru yang menggantikan port paralel dan port serial. Contoh peralatan yang menggunakan port ini misalnya camera digital, scanner, printer USB, handycam, dan peraltan tambahan eksternal.
  • Port VGA : Port yang berhubungan langsung dengan layar. Port ini terdapat pada motherboard yang menggunakan chipset VGA on board atau menggunakan VGA card yang diletakkan pada slot AGP.
  • Port Audio : Port yang berfungsi untuk menghubungkan komputer dengan sistem audio seperti speaker, mikrofon, line-in dan juga line-out. Tapi motherboard sekarang sudah banyak yang menggunakan chipset audio on-board.
  • Port LAN : Port yang berfungsi untuk menghubungkan komputer dengan jaringan komputer seperti LAN (Local Area Network).
  • Port SPDIF : Port yang berfungsi untuk menghubungkan komputer dengan periferal audio seperti home theatre.
  • Port Firewire : Port yang berfungsi untuk menghubungkan peralatan eksternal kecepatan tinggi seperti video capture atau seperti streaming video.

 

11. Front Panel
Ini adalah serangkaian pin yang Anda gunakan untuk menghubungkan berbagai bagian dari front panel: Tombol Power dan reset, Power dan HDD LED dan speaker chassis ( bagi berbunyi ‘bip’ yang mungkin Anda dengar ketika Anda menyalakan komputer Anda, untuk contoh ). Hal ini tidak, bagaimanapun, untuk menghubungkan port USB atau port mirip dengan motherboard – mereka memiliki konektor sendiri.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicMuxiP0JJoCSHH5ORwljLlsSsAhyphenhyphenV-RuncI5zFW9KDZKrYmm_Jd95xZQDuVcnk3vr4N3Y7G8qPnDQs54AEf4PK6FfG3umgZSWcCeZRAh6qlw4xeArtpZ-PdnvJqQa3DgOXm29m7bR2NQ/s1600/Bagian-Bagian+Komponen+Motherboard+dan+Fungsinya+12.jpg

12. POWER SUPPLY


  • Pengertian : Perangkat keras berupa kotak yang isinya merupakan kabel - kabel untuk menyalurkan tegangan kedalam perangkat keras lainnya
  • Fungsi : Sebagai penyuplai tegangan listrik langsung pada komponen - komponen yang berada dalam casing komputer.
13. Floppy disk drive
Floppy Disk : Biasa dikenal dengan sebutan disket, merupakan penyimpanan luar pertama, sangat populer semasa sitem DOS, lotus123, sistem komputer jaman dulu. Sekarang sudah jarang dijumpai dan mulai tergantikan oleh CD/DVD dan Flashdisk.


14. Slot SATA
 SATA atau Serial ATA (Advanced Technology Attachment) adalah interface drive generasi berikutnya, sebagai lanjutan dari model tradisional Paralel ATA (PATA). PATA telah baku dan telah terlayani dengan baik, tetapi juga memiliki kelemahan.
sata

Sumber : http://agussale.com/penjelasan-mengenai-apa-itu-sata
http://bangeky.blogspot.co.id/2015/02/pengertian-dan-fungsi-perangkat-keras-komputer.html
https://dunovteck.wordpress.com/2011/09/05/jenis-chipset-motherboard-dan-fungsinya/

Componen pada Motherboard

 Motherboard atau mainboard atau sering disebut juga papan induk adalah sebuah papan sirkuit tempat semua perangkat komputer saling terhubung. Bisa dibilang motherboard ini merupakan pusat penghubung dari semua perangkat keras komputer yang ada. 


Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

Bicara soal motherboard, ternyata tidak jarang loh orang masih salah menyebutkan nama bagian ataupun fungsi dari komonen yang ada pada motherboard tersebut, terlebih bagi mereka yang masih awam dan sama sekali enggan berurusan dengan perangkat keras.

Memang sih, setiap motherboard memiliki bentuk bahkan susunan yang sedikit berbeda. Tapi hal itu jangan sampai menjadi alasan untuk tidak mengetahui nama komponen yang ada pada motherboard.

Nah, untuk meminimalisir masalah tersebut, pada artikel ini saya akan memaparkan sedikit mengenai bagian-bagian yang ada pada motherboard dan menjelaskan fungsi dari setiap komponen yang ada.

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

1. Socket Prosessor / CPU Socket

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

Socket Prosessor merupakan tempat dimana prosessor terpasang. Kalau dilihat secara fisik, area dari socket prosessor ini selalu dikelilingi oleh 4 lubang untuk penyangga Heatsink Fun, karena Prosessor sangat memerlukan penghantar panas saat bekerja.

Pemilihan motherboard sebaiknya mempertimbangkan dengan jenis socket prosessor yang terpasang, karena socket tersebut tidak dapat dipasang oleh sembarang prosessor. Karena satu jenis prosessor sudah memiliki socketnya masing-masing, dan tidak dapat dipasang ke socket lain.

Misalnya, ketika kamu membeli motherboard dengan socket prosessor untuk AMD, jangan harap kamu bisa menggunakan motherboard tersebut dengan prosessor Intel, karena socket yang digunakan jelas berbeda. Jadi, salah satu tips saat membeli motherboard adalah memperhatikan jenis socket prosessor yang ada, usahakan socket tersebut support dengan prosessor yang terbaru.
Tipe :Processor intel memiliki tipe beragam antaranya adalah Intel Core i7, Intel Core i5, Intel Core i3, Intel Core 2 Quad, Intel Core 2 Duo, Intel Dual Core  juga Intel Pentium. Demikian pula dengan processor AMD ada beragam tipe yaitu seri AMD FX, AMD APU, AMD Phenom, AMD Athlon dan Sempron.
2. Slot Memory

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

Secara fisik, bentuknya memanjang, sesuai dengan panjang RAM. Pada umumnya posisi slot memory ini bersebelahan dengan socket prosessor, dan biasanya jumlahnya lebih dari satu slot. Disinilah RAM dipasang.
Ingat, setiap jenis RAM (DDR, DDR2, DDR3) memiliki jenis slotnya tersendiri, jadi jangan sembarangan membeli RAM, harus sesuai dengan slot memory yang ada pada motherboard.
Tipe :

DDR, DDR2, dan DDR3

Saat ini kebanyakan komputer sudah menggunakan Memory jenis DDR3 ( sebagian lagi jenis DDR2). Sebelum tahun 2002, mungkin masih cukup banyak komputer yang menggunakan memory jenis Single Data Rate (SDR) SDRAM. Tetapi setelah itu, penggunaannya mulai digantikan oleh Double Data Rate (DDR), mulai dari DDR (DDR1), DDR2 dan sekarang yang banyak beredar adalah DDR3. DDR secara teori mampu melakukan transfer rate 2X lebih cepat daripada SDRAM.

Masing-masing jenis merupakan pengembangan dari sebelumnya dan versi terbaru umumnya mempunyai data rate yang lebih tinggi dan memerlukan daya yang lebih rendah. DDR2 secara teori mempunyai data rate 2x dengan spesifikasi yang sama dibanding DDR (DDR1). DDR3 juga mempunyai keunggulan dibanding DDR2, seperti bandwidth yang lebih tinggi, latensi yang lebih unggul, performa yang lebih tinggi pada power/daya yg lebih kecil, dan lebih bagus untuk perangkat low-power seperti laptop.
Masing-masing jenis RAM tersebut tidak saling kompatibel dan didesign dengan slot yang berbeda. Informasi lebih detail dan mendalam tentang spesifikasi masing-masing tipe ini bisa melihat informasi di wikipedia, tentang DDR, DDR2 dan DDR3

3. Slot IDE dan Slot SATA


Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

Kedua slot ini berbeda bentuknya, tetapi memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk penghubung Hardisk atau CD-ROM ke motherboard. Ciri fisk dan slot IDE adalah bentuknya yang agak memanjang, menyesuaikan dengan kondisi fisik kabel data IDE. Sedangkan untuk slot sata, bentuk fisiknya lebih kecil, dan tidak terlalu memakan tempat, karena kabel data SATA juga bentuknya relatif kecil.

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

Slot IDE umumnya dapat ditemukan di motherboard lama, bukan berarti tidak ditemukan pada motherboard sekarang. Tapi pada umumnya kebanyakan motherboard sudah mulai menggunakan SATA dan meninggalkan IDE. Jadi, kalau pilih motherboard usahakan yang memiliki slot SATA, karena hardisk IDE juga sudah jarang yang menjual (kecuali bekas).

4. Slot AGP dan PCI Express x16

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

Kedua slot ini fungsinya adalah sebagai tempat dipasangnya VGA Card atau Graphic Card. Kedua slot ini berbeda jenisnya, AGP adalah jenis lama dan sudah jarang ditemukan di motherboard jenis baru. Kebanyakan motherboard sudah pada menggunakan slot PCI Express untuk penghubung dengan kartu grafis.

Posisi slot ini pada umumnya berdekatan dengan slot PCI, bahkan hampir sejajar. Standarnya, slot AGP dan PCI Express ini jumlah hanya satu per motherboard. Bentuknya sama-sama memanjang, karena menyesuaikan VGA Card.

5. Slot PCI dan PCI Express x1

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya
 

Slot ini digunakan untuk memasang berbagai macam peripheral tambahan. PCI Express yang disini berbeda dengan yang saya sebutkan sebelumnya, karena yang pada bagian ini bentuknya lebih kecil.

PCI Express ada dua macam, yaitu PCI Express x16 (untuk VGA Card) dan PCI Express x1 (untuk peripheral tambahan).

Slot PCI ini biasanya tersedia lebih dari satu slot, karena untuk mengantisipasi banyaknya peripheral tambahan yang terpasang nantinya.


6. BIOS

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

BIOS (Basic Input Output Sistem) merupakan sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol perangkat keras yang terpasang pada komputer. BIOS bertanggung jawab atas kesiapan komputer dalam melakukan booting dengan mengecek hardware yang terpasang pada komputer.

Saat ini, BIOS sudah mulai digantikan dengan UEFI yang hadir dengan teknologi yang lebih canggih. Secara fisik bentuk dari BIOS atau UEFI ini seperti chip, tempatnya pun tidak menentu di setiap jenis motherboard. Tetapi biasanya terdapat bacaan BIOS atau nama produsennya pada alasnya.

7. Battery CMOS

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

Battery CMOS (Complimentary Metal Oxide Semicondutor) merupakan sebuah battery kecil yang digunakan untuk memberi daya pada BIOS dan juga untuk menyimpan semua settingan yang ada pada BIOS. Bentuk seperti battery jam tangan, hanya saja bentuknya yang lebih besar.

Dengan mencabut battery tersebut dari motherboard, itu sama saja kita mengatur ulang settingan BIOS ke pengaturan default, karena semua data yang tersimpan pada battery CMOS tersebut akan hilang. Jadi, jika kamu lupa password BIOS kamu, cabut saja battery  CMOS.

8. Power Connector

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

Connector ini tidak kalah penting dari yang lainnya. Connector ini menghubungkan motherboard dengan power supply agar motherboard bisa mendapatkan daya listrik. Biasanya berjumla 20-24 pin.

9. I/O Ports

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

Bagian ini biasanya dapat kita gunakan dari luar casing. Merupakan kumpulan port sebagai input maupun output data komputer. Terdiri dari USB, LAN, VGA, SERIAL, PS/2. Untuk lebih jelasnya kamu baca di link ini:

10. Pin Kabel Front Panel

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

Bentuknya seperti jarum-jarum, digunakan untuk memasang tombol power, restart, led power dan led hardisk. Untuk memasang kabel-kabel yang ukurannya sangat kecil ini, kita biasanya dibantu dengan bacaan yang ada disekitar pin front panel di setiap motheboard.

Itu tadi adalah beberapa komponen motherboard menurut saya penting  untuk kamu ketahui keberadaan dan fungsinya. Bukan berarti komponen lain yang tidak saya sebutkan tidak penting, tapi karena komponen-komponen di atas inilah yang sering kita guanakan. Semoga bermanfaat.

11. Chipset
Bagian pertama dan terpenting dari sebuah motherboard adalah chipset, yang berfungsi sebagai penghubung antarmuka antara processor dengan macam-macam komponen eksternal dan buses. Jenis chipset inilah yang dapat menentukan dan menilai fitur dan kemampuan sebuah motherboard.
Ada dua kelompok chipset yang umum kita temui di pasaran. Kelompok chipset intel, yang hanya bisa digunakan untuk CPU Intel, dan chipset AMD untuk processor keluaran AMD. Kedua kelompok ini pun terbagi lagi kepada berbagai macam jenis generasi chipset yang terus berkembang.
northbridge-dan-southbridge

12. Pengertian LAN Card
LAN Card adalah ‘pintu’ ke jaringan dari komputer. Setiap jenis aktivitas jaringan memerlukan LAN Card – Internet, jaringan printer, menghubungkan komputer bersama-sama. Saat ini banyak perangkat berisi kartu jaringan: Televisi untuk aplikasi mereka gratis, pemutar Blu-ray, ponsel, telepon VoIP desk, bahkan lemari es. LAN Card adalah perangkat keras, yang dapat ditambahkan ke komputer atau mereka dapat diintegrasikan ke dalam perangkat keras utama komputer.
Jenis LAN Card
LAN Card terdengar seperti kartu kredit, dan beberapa Kartu LAN terlihat seperti kartu kredit.
kartu PCMCIA
Dalam gambar ini Anda bisa melihat kartu PCMCIA, yang dapat digunakan di laptop. Ada banyak cara lain untuk menghubungkan LAN Card ke komputer. Beberapa kartu yang terhubung melalui port USB, beberapa melalui port PCI dalam komputer, dan beberapa bahkan tertanam dalam komputer. Kebanyakan laptop saat ini telah terintegrasi LAN Card baik untuk jaringan kabel dan nirkabel.
Ini gambar berikutnya menunjukkan kartu PCI, yang berjalan dalam sebuah komputer PC. Kartu ini menunjukkan port Ethernet, yang merupakan tempat di mana Anda menyambungkan kabel jaringan. LAN Card Anda memilih sering menentukan protokol yang digunakan pada jaringan. Sebagai contoh, sebuah kartu Ethernet akan memungkinkan komunikasi melalui protokol Ethernet. Sebuah kartu coax akan memungkinkan untuk topologi jaringan bus dan satu set baru protokol. Sebuah kabel serat akan memiliki plugin kabel yang berbeda dan kemungkinan akan bekerja dengan Wide Area Network protokol. Port Ethernet pada LAN Card tampak seperti jack telepon, tetapi lebih lebar dan memiliki lebih banyak pin.
NIC
Gambar di bawah menunjukkan kabel Ethernet yang khas, atau kabel jaringan. Ini adalah plugin, yang masuk ke LAN Card, atau Jaringan antarmuka controller (NIC).
Fungsi LAN Card
Tujuan dari LAN Card adalah untuk menciptakan koneksi fisik ke jaringan, untuk memberikan ‘pintu’ terbuka, seolah-olah. Antarmuka pertama didukung oleh LAN Card adalah antarmuka fisik bagaimana kabel dihubungkan ke kartu. Interface ini didefinisikan dengan baik dalam dokumentasi teknis, yang mengapa kabel jaringan standar sesuai kartu LAN paling standar. Fungsi kedua dari LAN Card adalah untuk menyediakan data link. Ada model teoritis dalam jaringan komputer yang disebut OSI – Open System Interconnection. Model ini, atau cara menjelaskan jaringan, termasuk 7 layer. Dua lapisan pertama adalah lapisan fisik dan data link. Setiap lapisan dari model OSI memungkinkan untuk lapisan lain untuk menjadi mandiri. Upgrade atau mengubah satu lapisan tidak mempengaruhi yang lain. Ini berarti bahwa jika plugin berubah untuk semua kartu LAN, unsur-unsur lain seperti protokol tidak harus berubah.
nic RJ45_400
Data fungsi link dari LAN Card menyediakan hardware-tingkat pengiriman dan penerimaan data jaringan biner. Nol dan yang mengalir dari jaringan ke kartu jaringan. Kartu ini dapat mengenali aliran ini dan bahkan dapat memeriksa kesalahan. Ketika Anda menghidupkan komputer dengan LAN Card, itu akan memiliki dua lampu, satu hijau dan oranye. Lampu oranye akan menyala saat lapisan data link diaktifkan. Ini berarti bahwa kabel bekerja, ada jaringan yang terhubung, dan bit data mengalir. Lampu kedua, lampu hijau, datang pada setelah lapisan berikutnya lapisan jaringan sudah diaktifkan (seperti jaringan IP).
Jenis LAN Card
Jenis LAN Card dapat dibagi menjadi nirkabel dan konduktif (kabel) dari perspektif bagaimana mereka terhubung ke jaringan. Pada saat yang sama, kita bisa mengkategorikan kartu berdasarkan bagaimana mereka terhubung ke komputer. LAN Card dapat terhubung ke komputer melalui PCI, port PCMCIA, USB port, dan port lainnya. Sebagian besar komputer saat ini memiliki LAN Card terintegrasi ke papan utama atau mother board. Ini berarti bahwa Anda tidak dapat mengeluarkan kartu.
Sebagian besar komputer dapat memiliki lebih dari satu LAN Card dalam diri mereka. Ini khas untuk laptop hari ini untuk memiliki kartu LAN nirkabel dan kabel LAN Card. Anda dapat memiliki beberapa Kartu LAN kabel di komputer untuk menghubungkan komputer ke beberapa jaringan atau untuk meningkatkan kecepatan dan kapasitas koneksi ke jaringan tunggal dengan penyatuan dua atau Kartu LAN lebih ke koneksi virtual. Alasan lain untuk memiliki lebih dari satu LAN Card di komputer, terutama server, adalah untuk membangun ketahanan atau ketersediaan tinggi. Jika salah satu LAN Card gagal, atau jaringan gagal, server akan memiliki akses ke jaringan eksternal melalui LAN Card kedua dan jaringan sekunder. Ini adalah contoh dari LAN Card terintegrasi, atau kartu Ethernet pada mother board:
nic onboard
13. Pengertian heatsink di dalam sebuah komputer adalah sebuah logam (terbuat dari aluminium atau tembaga) yang menempel di atas sebuah chip melalui perantara krim yang disebut dengan thermal grease.Heatsink ini bisa anda temukan terpasang diatas processor (CPU), di atas chip VGA card (GPU), dan juga bisa anda temukan pada jenis RAM kelas high-end.

Fungsi heatsink ini adalah untuk menyebarkan panas yang dihasilkan oleh chip yang ada di bawahnya ke udara di sekitarnya, jadi fungsinya adalah untuk mendinginkan chip tersebut. 

 
 14.Pengertian dan fungsi USB ports
Universal Serial Bus atau USB adalah port yang didesain untuk memungkinkan berbagai macam periferal dengan socket yang terstandarisasi dapat dihubungkan dengan baik pada komputer sehingga tidak terjadi banyak macam port. Hal ini akan meningkatkan kemampuan plug and play yang memungkinkan satu perangkat dapat dihubungkan dan dilepaskan tanpa harus melakukan reboot komputer. USB juga menyediakan catu daya untuk perangkat keras yang mengkonsumsi daya rendah (+ 5 volt, 1 A) tanpa perlu menggunakan catu daya eksternal. Ditambah lagi kemampuan untuk memungkinkan perangkat keras digunakan tanpa harus menginstall driver khusus.  fungsi port usb
Dengan adanya USB ini maka beberapa port dapat digabungkan seperti port menghubungkan mouse dan keyboard (PS/2), Joystick, Scanner, Printer dan lainnya. Semua dapat dihubungkan lewat satu port yang standar, yakni USB. Pada November tahun 1995, USB pertama kali diperkenalkan dengan nama USB 1.0 yang dipromosikan oleh Intel, Microsoft, Philips dan US Robotics. USB ini ditujukan untuk menggantikan banyaknya konektor yang ada di belakang komputer, sehingga memicu kebingungan dan kerepotan pengguna. Pada tahun 1998, muncul USB 1.1 yang mengatasi masalah pada versi sebelumnya. Pada April tahun 2000, muncul USB 2.0 yang distandarisasi oleh USB-Implementer Forum (USB-IF) pada akhir 2001. Pada November 2008, muncul USB 3.0 yang saat ini pemakaiannya belum merata pada semua perangkat.
15. Macam-macam port
a. Port Serial
Port Serial
Port Serial melakukan transmisi data pengiriman satu bit per satu waktu, karena sifatnya demikian pegiriman data berjalan agak lambat. Port ini sering dinyatakan dengan nama COM. Konektor yang digunakan adalah RS-232C terbatas hanya sampai puluhan dengan 9 pin atau 25 pin.
Biasanya digunakan untuk mengoneksi piranti seperti : printer, modem, PLC (programmable Logic controller), pembaca kartu magnetik dan pembaca barcode.
b. Port Paralel
Port Paralel
Port Paralel atau sering disebut port LPT bekerja atas dasar 8 bit perwaktu, cocok untuk pengiriman data dengan cepat, tetapi dengan kabel yang pendek (tidak lebih dari 15 kaki). Umumnya digunakan untuk printer paralel, harddisk eksternal dan zip drive. Konektor yang digunakan adalah DB-25 yang terdiri dari 25 pin.
c. Port SCSI
Port SCSI
Port SCSI atau Small Computer System Interface merupakan jenis port berkinerja tinggi yang didefinisikan oleh American National Standart Institute yang digunakan untuk menangani perangkat input/ouput atau perangkat media penyimpanan. Kecepatan transfernya 32 bit per waktu.
Umumnya digunakan untuk menghubungkan hard drive, scanner, printer dan tape drive, konektor yang digunakan adalah DB-25 dan 50 pin Centronics SCSI.

d. Port Vga
VGA Port
Port VGA digunakan untuk menghubungkan monitor dengan CPU.
e. Port Keyboard Mouse/PS2
fungsi port ps2
Port PS2 biasanya digunakan untuk menghubungkan keyboard dan mouse. Namun untuk saat ini keyboard dan mouse lebih banyak ke USB dan wirelles.
f. Port USB
Port USB
Tentu sudah tidak asing lagi dengan port USB, dimana port ini merupakan port standart komputer untuk menghubungkannya dengan piranti lain. Port ini mempunyai kecepatan tinggi sesuai dengan versinya, bila dibandingkan dengan port serial maupun port paralel. Contohnya digunakan untuk camera digital, hardisk eksternal, keyboard mouse usb, modem dan peralatan tambahan komputer lainnya.
g. Port HDMI
HDMI Port
HDMI (High-Definition Multimedia Interface) adalah port yang sering digunakan pada berbagai perangkat audio visual dan mampu mengalirkan bandwidth hingga hitungan Gigabyte. Port HDMI bisa digunakan untuk mengkoneksikan seluruh sumber audio/video berbentuk digital seperti Blu-ray Disc Player, PC, Video game Console, telivisi digital dan smartphone.
h. Port Audio
Port Soundcard
Port audio atau soundcard adalah periferal yang terhubung ke slot ISA atau PCI pada motherboard, yang memungkinkan komputer untuk memasukkan input, memproses dan menghantarkan data berupa suara. Digunakan untuk menghasilkan output suara (speaker, headphone) dan juga input suara dengan microfon.
i. Port LAN/ Port network (RJ-45)
Port LAN
Port LAN atau lan card digunakan untuk mengubungkan komputer satu dengan lainnya yang membentuk jaringan komputer dalam suatu wilayah. Jaringan LAN biasanya hanya mencakup satu gedung rumah, misalnya jaringan LAN di kantor, hotel, bandara, warnet dll.
i. Port Infra Merah
port infrared
Port iframerah digunakan untuk mendukung hubungan tanpa kabel, misalnya untuk menghubungkan mouse yang menggunakan infra merah sebagai media transmisi, mengirim data dari ponsel, dan sebagainya. Untuk komputer yang belum memiliki infrared, harus dipasang peralatan infrared (berbentuk USB) untuk dapat mengoneksikan dengan peralatan lain yang sudah mendukung infrared.
 sumber :
  •  http://perangkatkeraskomputer.net/motherboard/
  • http://www.pintarkomputer.com/2015/04/bagian-bagian-komponen-motherboard-dan-fungsinya.html
  • http://www.bloggergubug.com/2013/01/arti-fungsi-dan-jenis-port-komputer.html
  • http://belajar-komputer-mu.com/usb-sebagai-port-komunikasi-data-di-komputer/
  • http://softwaremaniapc.blogspot.com/2013/03/pengertian-dan-fungsi-heatsink-juga-fan.html
  • http://www.sridianti.com/2424.html